FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN K1
PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KEDAUNG KECAMATAN SAWANGAN KOTA DEPOK TAHUN 2019
Disusun oleh:
Nama :
Indriyanti
NPM :
33716519
Program Studi: DIII Kebidanan
KARYA TULIS ILMIAH
Diajukan Sebagai Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar
Ahli
Madya Kebidanan
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pelayanan
kesehatan ibu hamil diwujudkan melalui pemberian pelayanan antenatal
sekurang-kurangnya 4 kali selama masa kehamilan. Standar waktu pelayanan
tersebut dianjurkan untuk menjamin perlindungan terhadap ibu hamil dan atau
janin, berupa deteksi dini faktor risiko, pencegahan dan penanganan dini
komplikasi kehamilan. Kunjungan antenatal dapat dilakukan lebih dari 4 kali
sesuai dengan kebutuhan/indikasi dan jika ada keluhan, penyakit atau gangguan
kehamilan (Kemenkes, 2017).
Penilaian
terhadap pelaksanaan pelayanan kesehatan ibu hamil dapat dilakukan dengan
melihat cakupan K1 dan K4. K1 adalah jumlah ibu hamil yang telah memperoleh
pelayanan antenatal pertama kali oleh tenaga kesehatan. Sedangkan, K4 adalah
jumlah ibu hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal sesuai dengan
standar paling sedikit empat kali sesuai jadwal yang dianjurkan di tiap
trimester (Kemenkes, 2015).
Hasil
Riskesdas tahun 2018 cakupan pemeriksaan kehamilan K1 di Indonesia mencapai
86,0%. Pencapaian tersebut meningkat dari tahun 2013 yang hanya tercapai 81,3%.
Sedangkan untuk cakupan pelayanan K1 di kota Depok tahun 2016 sebesar 100,2%.
Pada tahun 2017 jumlah K1 sebesar 98,61%. Hasil cakupan pelayanan K1 tersebut
menurun dibandingkan tahun 2016.Akan tetapi hasil tersebut telah mencapai
target nasional. (Profil Dinas kesehatan Kota Depok, 2017).
Berdasarkan
latar belakang diatas penulis tertarik untuk meneliti tentang ”Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan K1
Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedaung Kecamatan Sawangan Kota Depok
2019”.
1.2. Masalah Penelitian
Belum
diketahuinya “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan K1 Ibu Hamil Di
Puskesmas Kedaung Kecamatan Sawangan Kota Depok 2019”.
1.3. Tujuan Penelitian
Untuk Mengetahui “Faktor-Faktor Yang Berhubungan
Dengan Kunjungan K1 Ibu Hamil Di Puskesmas Kedaung Kecamatan Sawangan Kota
Depok 2019”.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pelayanan Antenatal Terpadu
Pelayanan kesehatan ibu
hamil tidak dapat dipisahkan dengan pelayanan persalinan, nifas dan bayi baru
lahir. Pelayanan antenatal terpadu merupakan pelayanan komprehensif dan
berkualitas mencangkup pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif
yang meliputi pelayanan kesehatan ibu dan anak, gizi, penyakit menular seksual,
pemberian makanan tambahan,selama kehamilan, yang bertujuan untuk memenuhi hak
setiap ibu hamil memperoleh pelayanan antenatal yang berkualitas sehingga mampu
menjalani kehamilan dengan sehat, bersalin dengan selamat, dan melahirkan bayi
yang sehat.
2.1.1. Indikator Antenatal Care
1. Kunjungan Pertama (K1)
K1
adalah kunjungan ibu hamil yang pertama kali pada masa kehamilan. K1 dibagi
menjadi 2 yaitu K1 akses dan K1 murni.
K1 akses adalah jumlah kontak pertama ibu hamil dengan tenaga kesehatan tanpa
melihat usia kehamilan, sedangkan K1 murni adalah jumlah kontak pertama ibu
hamil dengan tenaga kesehatan pada umur kehamilan kurang dari 12 minggu.
Cakupan K1 atau disebut juga disebut akses pelayanan kesehatan ibu hamil
merupakan gambaran besar ibu hamil yang telah melakukan kunjungan pertama ke
sarana kesehatan untuk mendapatkan pelayanan antenatal.
2. Kunjungan Keempat (K4)
K4 adalah kunjungan ibu
hamil yang dimulai dari triwulan pertama 1 kali, triwulan kedua 1 kali dan
triwulan ketiga 2 kali. Cakupan K4 adalah gambaran besar ibu hamil yang
mendapatkan pelayanan ibu hamil sesuai standar paling sedikit empat kali
kunjungan dengan distribusi sekali pada trimester pertama, sekali pada
trimester kedua dan 2 kali pada pada trimester ketiga.
2.2. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kunjungan K1
Faktor-faktor yang
membentuk perilaku untuk intervensi dalam pendidikan kesehatan adalah salah
satunya dijelaskan dalam Teori Lawrence Green. Teori Lawrence Green merupakan
salah satu teori modifikasi perubahan perilaku yang dapat digunakan dalam
mendiagnosis masalah kesehatan atau pun sebagai alat untuk merencanakan kegiatan
kesehatan. Teori ini sering menjadi acuan dalam penelitian – penelitian
kesehatan masyarakat. Isi Teori Lawrence Greendalam Priyoto (2014) menyebutkan
bahwa perilaku kesehatan seseorang dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu :
1.
Faktor
Predisposisi
2.
Faktor Pemungkin
3.
Faktor Penguat
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Variabel dan Devinisi Oprasional
No
|
Variabel
|
Definisi
Operasional
|
Ukuraa
|
Skala
Ukur
|
Dependen
|
||||
1.
|
Kunjungan K1
|
K1
murni : merupakan kontak pertama ibu hamil dengan petugas kesehatan untuk
melakukan pemeriksaan kehamilan.dibawah usia kehamilan 12 minnggu
K1
akses : merupakan kontak pertama ibu hamil dengan petugas kesehatan untuk melakukan
pemeriksaan kehamilan tanpa melihata usia kehamilan
|
2 = Murni
1 = Akses
(Depkes R1, 2015).
|
Ordinal
|
Independen
|
||||
1.
|
Usia
|
Untuk melihat usia responden pada ulang
tahun terakhir.
|
2 = Berisiko : <20 atau ≥35 Tahun
1=Tidak
Berisiko : 20 s/d 35 Tahun
|
Ordinal
|
2.
|
Pendidikan
|
Lamanya proses belajar yang diikuti pada
institusi formal.
|
2=Pendidikan rendah
(SD s/d SMP)
1=Pendidikan Tinggi (SMA
(Arikunto, 2010)
|
Ordinal
|
3.
|
Pekerjaan
|
Mata
pencaharian responden sehari- hari yang menghasilkan uang
|
2=Tidak
bekerja
1=Bekerja
|
Ordinal
|
4.
|
Paritas
|
Jumlah
anak yang dilahirkan oleh responden baik hidup maupun bila meninggal
|
2
=Berisiko (Primipara & Grandemultipara)
1
=Tidak Berisiko (Multipara)
|
Ordinal
|
5.
|
Pengetahuan
|
Pendapat
responden tentang semua yang diketahuinya tentang kunjungan pada ibu hamil
|
2 = Cukup/ Kurang
apabila <76% jawaban tidak benar
1 = Baik apabila >76% jawaban benar
(Notoadtmojo,2010)
|
Ordinal
|
Gambar 1 Variabel & Definisi Opersional
3.2. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Kedaung
Kecamatan Sawangan Kota Depok pada tanggal 1 Mei samapi dengan 31 Mei 2019.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Penelitian
Setelah melakukan
penelitian terhadap variable-variabel yang telah diuraikan sebelumnya didalam
pengolahan data, maka telah diperoleh sejumlah data yang telah diolah dengan
menggunakan metode analisis univariate dan analisis bivariate dan hasil
penelitian disajikan dengan menggunakan label-label sebagai berikut:
4.1.1. Analisis Univariat
Tabel
4.1
Distribusi Frekuensi Kunjungan K1 di
Puskesmas Kedaung Kecamatan Sawangan Kota Depok, 2019
Kunjungan
K1
|
N
|
%
|
Murni
Akses
|
22
28
|
44
56
|
Jumlah
|
50
|
100
|
Berdasarkan table 4.1 diatas dapat
dilihat bahwa dari 50 ibu hamil ditemukan sebagian besar ibu hamil melakukan
kunjungan K1 akses yaitu sebanyak 28 ibu hamil (56%).
Tahun 2017, ibu hamil yang melakukan
kunjungan K1 muri di Puskesmas Kedaung terdapat 98% capaian dari target 100%, pada tahun 2018 terdapat
95% capaian dari target 100% dan data terbaru April 2019 terdapat 30% capaian
dari target 33%. Hal ini menunjukan terdapat penurunan, penurunan ini dapat
dipicu karena kurangnya kesadaran ibu hamil dalam melakukan antenatal care khususnya pada kunjungan
pertama (K1).
4.1.2. Analisis Bivariat
Berdasarkan hasil output dan kategori
dari analisis bivariate, maka akan dianalisis untuk melihat hubungan dari
variabel independen dan variabel dependen yang diteliti. Penelitian ini
menggunakan batas kemaknaan α = 0,05. Hasil uji statistic jika p value < α, dan tidak bermakna jika p value > α. Uji statistic yang
digunakan adalah uji beda proporsi Chi
square.
Tabel
4.2
Hubungan Pendidikan Ibu terhadap
Kunjungan K1 di Puskesmas Kedaung Kecamatan Sawangan Kota Depok, 2019
Kunjungan K1
|
||||||||
Pendidikan
|
Murni
|
Akses
|
Total
|
Nila OR dan p
|
||||
N
|
%
|
N
|
%
|
N
|
%
|
|||
Rendah
|
12
|
34,3
|
23
|
65,7
|
35
|
100
|
OR =0,261
|
|
Tinggi
|
10
|
66,7
|
5
|
33,3
|
15
|
100
|
P =0,035
|
|
Jumlah
|
22
|
44,0
|
28
|
56,0
|
50
|
100
|
||
Berdasarkan table 4.2 diatas
menunjukan bahwa mayoritas ibu hamil yang melakukan kunjungan K1 yaitu pada
kelompok pendidikan Rendah yaitu sebanyak 23 responden (65,7%). Dari table 4.3
dilakukan perhitungan dengan uji Chi
Square didapatkan nilai p = 0,035
(p < 0,05). Dari nilai p tersebut dapat dijelaskan bahwa H0
ditolak artinya ada hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu dengan
kunjungan K1 di Puskesmas Kedaung.
Hal ini sesuai dengan Notoatmodjo (2010), tingkat pendidikan formal
mempengaruhi perbedaan pengetahuan dan keputusan. Pendidikan menentukan pola
pikir dan wawasan seseorang. Perubahan perilaku yang diberikan melalui
penyuluhan lebih mudah diterima pada kelompok orang yang berpendidikan tinggi
dibandingakan yang berpendidikan rendah.
Hal ini juga
sejalan dengan penelitian Hubungan dan Tingkat Pendidikan
Ibu Hamil Terhadap Kepatuhan Melakukan Antenatal
Care (ANC) yang dilakukan oleh Addina Noviana di RSI Pekajangan Tahun 2018.
Hasil analisis tingkat pendidikan ibu hamil memiliki makna statistik karena p <0,05 (p value 0,007),
sehingga terdapat hubungan yang signifikan.
Peneliti
berpendapat bahwa pendidikan tinggi yang dimiliki oleh ibu memang merupakan
faktor penting yang melatarbelakangi dan memotivasi ibu hamil dalam melakukan
pemeriksaan kehamilan secara teratur. Walaupun demikian, tidak berarti bahwa
ibu hamil dengan status pendidikan rendah melakukan pemeriksaan kehamilan tidak
sesuai standar. Seperti halnya teori Lawrence Green dalam Notoatmodjo (2010),
banyak faktor lain yang juga ikut mendorong ibu hamil untuk melakukan
pemeriksaan kehamilan secara teratur, diantaranya umur ibu, paritas, dan juga
adanya dukungan dari keluarga.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Dari hasil penelitian
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kunjungan K1 Pada Ibu Hamil di Puskesmas
Kedaung Kecamatan Sawangan Kota Depo, 2019
1.
Diketahuinya
distribusi frekuensi usia responden yang melakukan kunjungan K1 di Puskesmas
Kedaung Kecamatan Sawangan Kota Depo, 2019. Terdapat hasil yang sama antara
kategori usia berisiko dan tidak berisiko.
2. Diketahuinya terdapat hubungan pendidikan responden
dengan yang melakukan kunjungan K1 di Puskesmas Kedaung Kecamatan Sawangan Kota
Depo, 2019.
5.2. Saran
1.
Bagi Mahasiswa
Diharapkan
bisa mencari dan mendapatkan literatur yang lebih banyak dan terbaru untuk
menambah pengetahuan dan wawasan tentang Kunjungan K1 Pada Ibu Hamil.
2.
Bagi Institusi
Diharapkan
institusi dapat terus meningkatkan mutu pendidikan dengan memperbanyak dan
melengkapi buku-buku di perpustakaan dengan referensi terbaru.
DAFTAR PUSTAKA
Anon., 2002. In: Buku Panduan Praktis Pelayanan
Kesehatan Maternal Neonatal. Jakarta: JHPIEGO.
Anon., 2015. Profil
Kesehatan. [Online]
Available at: http://www.depkes.go.id
Available at: http://www.depkes.go.id
Anon., 2017. Dinas
Kesehatan Depok. [Online]
Available at: http://dinkes.depok.go.id
Available at: http://dinkes.depok.go.id
Anon., 2017. Profil
Kesehatan. [Online]
Available at: http://www.depkes.go.id
Available at: http://www.depkes.go.id
Anon., 2018. Hubungan
Usia Dan Tingkat Pendidikan Ibu Hamil Terhadap Kepatuhan Melaksanakan
Antenatal Care di RSI Pekajangan. Addinia Noviana.
Komentar
Posting Komentar